HARIANMEMOKEPRI.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang menyebut destinasi wisata Pulau Penyengat telah siap menyambut meningkatnya kunjungan wisatawan saat musim libur sekolah dari negara tetangga.
Kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek pelayanan wisata, mulai dari transportasi hingga pelayanan pelaku usaha kuliner, Senin (11/5/2026).
Kepala Disbudpar Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri mengatakan, pihaknya terus melakukan penguatan pelayanan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan datang berkunjung.
“Kesiapan Pulau Penyengat dalam menghadapi libur sekolah negara tetangga sudah cukup memadai,” kata Nazri.
Ia menjelaskan, beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain kelengkapan life jacket pada transportasi pompong, penampilan penarik becak motor, serta transparansi harga makanan di tempat usaha kuliner.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tersebut penting dilakukan guna menjaga citra pariwisata Kota Tanjungpinang di mata wisatawan mancanegara.
“Hal ini akan kita wujudkan dengan surat himbauan nantinya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Disbudpar juga menyiapkan strategi untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di Tanjungpinang melalui pengembangan paket wisata terpadu.
Nazri menyebut Batam sebagai pintu masuk utama wisatawan asing di Provinsi Kepulauan Riau memiliki peluang besar untuk mendukung kunjungan wisata ke Tanjungpinang dan Bintan.
Melalui kerja sama antar pelaku industri pariwisata di Batam dan Tanjungpinang, nantinya akan disusun paket perjalanan wisata memungkinkan wisatawan menginap di Tanjungpinang minimal satu malam.
“Sehingga dengan dibuatnya paket wisata tersebut, terdapat paket wisata dimana wisatawan akan menginap di Tanjungpinang minimal satu malam,” jelas Nazri.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Disbudpar akan menggelar famtrip serta audiensi bersama asosiasi dan pelaku industri pariwisata di Batam maupun Tanjungpinang.
Langkah itu diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.

