HARIANMEMOKEPRI.COM – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Kepulauan Riau resmi menggelar Pekan Budaya Melayu Nusantara di Lapangan Pamedan, Jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang, Selasa (19/8/2025) malam.
Meski sempat diguyur gerimis, antusiasme masyarakat tidak surut untuk menyaksikan acara yang berlangsung hingga 22 Agustus 2025 tersebut.
Pekan Budaya Melayu menjadi ajang pertemuan antara penggiat budaya dan pelaku UMKM yang turut menggerakkan perekonomian lokal.
Kepala BPK Kepri, Jumhari, mengatakan Tanjungpinang merupakan basis wisata budaya Melayu, apalagi Pulau Penyengat sudah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional sejak 2018.
“Pulau Penyengat sekarang posisinya sebagai bagian penting dalam proses peradaban Nusantara, terutama terkait dengan peradaban Melayu,” ujarnya.
Jumhari menambahkan, warisan budaya tak benda banyak lahir dari bekas Kerajaan Melayu Riau-Lingga, seperti silat, pantun, dan kebaya labuh.
Tahun depan, kesenian Makyong juga akan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.

