Namun hingga kini, kualitas jaringan internet di wilayah tersebut masih sangat terbatas.
“Pulau Duyung ini bukan daerah yang terisolasi. Kapal feri juga singgah di sini, jadi sangat disayangkan kalau akses internet masih sulit,” ujar Jupri.
Jupri mengungkapkan, warga sering kali harus mencari titik tertentu agar bisa mendapatkan sinyal yang lebih baik.
Bahkan ada warga yang naik ke bukit hingga memanjat pohon demi bisa mengakses internet maupun melakukan panggilan komunikasi.
“Kalau mau sinyal bagus, warga harus naik ke tempat tinggi. Ada juga yang sampai memanjat pohon supaya bisa akses internet,” ungkap Jupri.
Ia menilai kondisi tersebut sangat menyulitkan masyarakat, terutama pelajar yang membutuhkan internet untuk belajar serta nelayan yang memerlukan komunikasi saat melaut.
“Anak sekolah sekarang banyak yang membutuhkan internet untuk belajar. Nelayan juga perlu komunikasi saat di laut,” jelasnya.
Jupri berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat segera menghadirkan solusi terhadap persoalan jaringan telekomunikasi di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Duyung.

