“Untuk kirim pesan WhatsApp saja bisa menunggu lama baru terkirim. Padahal sekarang hampir semua urusan butuh internet,” keluhnya.
Keterbatasan akses internet ini tidak hanya berdampak pada komunikasi antarwarga, tetapi juga menghambat akses layanan publik, kegiatan pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang kini semakin bergantung pada jaringan digital.
Masyarakat Desa Mamut pun berharap adanya perhatian serius dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lingga serta operator penyedia layanan, khususnya Telkomsel, agar tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut.
Warga meminta pihak terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh dan perbaikan jaringan secara serius, bukan sekadar penanganan sementara.
“Kami berharap Telkomsel dan Kominfo benar-benar turun ke Desa Mamut. Masalah sinyal ini sering terjadi dan sampai sekarang belum pernah benar-benar normal,” tambah Auzar.
Bagi warga, internet kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar untuk menunjang komunikasi, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari di era digital.

