HARIANMEMOKEPRI.COM — Harapan masyarakat Desa Mamut, Kabupaten Lingga, untuk menikmati layanan internet yang layak kembali diuji.
Dalam beberapa hari terakhir, warga mengeluhkan kondisi jaringan internet yang sangat lambat bahkan nyaris tidak dapat diakses, sehingga mengganggu aktivitas komunikasi dan kebutuhan informasi sehari-hari.
Gangguan jaringan tersebut dirasakan hampir di seluruh wilayah desa sejak Senin (15/12/2025).
Meski indikator sinyal pada ponsel kerap menunjukkan jaringan 4G, layanan internet justru tidak dapat digunakan secara optimal.
Aplikasi pesan instan seperti WhatsApp sering gagal mengirim pesan, sementara pada waktu tertentu jaringan turun ke sinyal E (EDGE) yang membuat akses data menjadi sangat terbatas.
“Kadang sinyalnya 4G, tapi tidak bisa dipakai sama sekali. Kalau sudah berubah jadi E, itu benar-benar lelet,” ujar Auzar, salah seorang warga Desa Mamut, Senin (15/12/2025).
Menurut warga, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Gangguan jaringan internet disebut sudah menjadi persoalan berulang yang hingga kini belum mendapatkan solusi permanen. Bahkan dalam dua hari terakhir, gangguan dirasakan semakin parah.
“Untuk kirim pesan WhatsApp saja bisa menunggu lama baru terkirim. Padahal sekarang hampir semua urusan butuh internet,” keluhnya.
Keterbatasan akses internet ini tidak hanya berdampak pada komunikasi antarwarga, tetapi juga menghambat akses layanan publik, kegiatan pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang kini semakin bergantung pada jaringan digital.
Masyarakat Desa Mamut pun berharap adanya perhatian serius dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lingga serta operator penyedia layanan, khususnya Telkomsel, agar tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut.
Warga meminta pihak terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh dan perbaikan jaringan secara serius, bukan sekadar penanganan sementara.
“Kami berharap Telkomsel dan Kominfo benar-benar turun ke Desa Mamut. Masalah sinyal ini sering terjadi dan sampai sekarang belum pernah benar-benar normal,” tambah Auzar.
Bagi warga, internet kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar untuk menunjang komunikasi, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari di era digital.

