“Ini menjadi langkah positif karena hasil kajian akademik diharapkan tidak hanya berhenti di kampus, tetapi bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Kota Tanjungpinang,” ujar Weni.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi perkembangan zaman yang terus berubah.
Ia menyebut penguatan sumber daya manusia unggul harus berjalan seiring dengan pengelolaan potensi maritim daerah, mulai dari mangrove, terumbu karang, hingga budidaya rumput laut dan sumber daya laut lainnya.
“Kita harus mampu membaca arah perkembangan ke depan. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, kita bisa tertinggal. Karena itu, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi sangat penting,” kata Wagub Kepri.
Nyanyang menambahkan, sinergi antara kebijakan yang tepat dan sumber daya manusia unggul menjadi kunci memperkuat ketahanan daerah.
Menurutnya, UMRAH Nexus Expo 2026 menjadi bentuk nyata kolaborasi tersebut sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendorong inovasi.

