Ia menyebut penguatan sumber daya manusia unggul harus berjalan seiring dengan pengelolaan potensi maritim daerah, mulai dari mangrove, terumbu karang, hingga budidaya rumput laut dan sumber daya laut lainnya.

“Kita harus mampu membaca arah perkembangan ke depan. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, kita bisa tertinggal. Karena itu, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi sangat penting,” kata Wagub Kepri.

Nyanyang menambahkan, sinergi antara kebijakan yang tepat dan sumber daya manusia unggul menjadi kunci memperkuat ketahanan daerah.

Menurutnya, UMRAH Nexus Expo 2026 menjadi bentuk nyata kolaborasi tersebut sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendorong inovasi.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi pemantik semangat bagi peneliti dan mahasiswa untuk terus berkarya serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Melalui Expo ini, kita dorong Kepulauan Riau menjadi laboratorium inovasi maritim terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama antara Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dan UMRAH dalam bidang pendidikan, penguatan pusat studi, penelitian, pengkajian, pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan dilakukan oleh Kapolda Kepri, Asep Safrudin, bersama Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Kepri, Elfiani Sandri, unsur Forkopimda Kepri, jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta civitas akademika UMRAH.