“Kami hanya meminta tarif disesuaikan sesuai aturan yang berlaku. Saat ini pendapatan driver semakin kecil, sementara kebutuhan hidup terus meningkat,” ujar Jhony saat menyampaikan orasi.

Hal senada disampaikan Ketua Komando EKA, Putra Yusa menilai kebijakan yang diterapkan aplikator masih merugikan driver, meskipun sebelumnya persoalan tersebut telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Kepri pada April 2026 lalu.

Menurut Putra, para pengemudi berharap hasil RDP tersebut segera direalisasikan sehingga ada kepastian terkait tarif dan kesejahteraan driver online di Tanjungpinang.

Sementara itu, Ketua JPDT Rio Mulyandri menyebut kondisi para driver online saat ini cukup memprihatinkan karena biaya operasional terus naik, sedangkan pendapatan mengalami penurunan.

“Kami ingin hasil kesepakatan bersama DPRD benar-benar dijalankan, jangan hanya menjadi pembahasan tanpa realisasi,” katanya.

Penasehat PDT, Muhammad Albar, juga mengingatkan seluruh peserta aksi agar tetap menjaga situasi tetap aman dan tertib selama menyampaikan aspirasi.