AKP Adam Yulizar Sasono menyampaikan, latihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga membangun kekompakan dan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Menurutnya, personel harus mampu mengambil tindakan secara tepat, terukur dan tetap berpedoman pada prosedur ketika melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa.

“Latihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel, termasuk kemampuan dalam menggunakan peralatan Dalmas serta penerapan formasi dan cara bertindak ketika menghadapi aksi unjuk rasa yang berpotensi berkembang menjadi tindakan anarkis,” katanya.

Usai latihan, seluruh personel mengikuti apel konsolidasi yang dilanjutkan dengan analisis dan evaluasi (anev).

Evaluasi dilakukan untuk mengukur kesiapan sekaligus melihat berbagai hal yang perlu ditingkatkan dari pelaksanaan latihan.

Polresta Tanjungpinang memastikan peningkatan kemampuan personel akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.