HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menaruh perhatian serius terhadap meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi belakangan ini.
Peristiwa tersebut dalam satu hari, kejadian kebakaran bahkan bisa terjadi hingga tiga kali.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan bahwa sebagian besar kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia dalam aktivitas sehari-hari, seperti membakar sampah tanpa memastikan api benar-benar padam.
Menurutnya, bara api dari pembakaran sampah yang dibiarkan dapat dengan mudah menyebar ke ilalang atau rumput kering di sekitarnya, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin kencang.
“Dalam satu hari bisa terjadi sampai tiga kebakaran, dan penyebabnya sering kali dari hal-hal yang sederhana,” ujar Lis, Minggu (29/3/2026).
Lis menjelaskan bahwa kebakaran sering bermula dari api kecil yang tidak diawasi dengan baik.
Bara yang masih menyala dapat merambat dan membakar vegetasi kering di sekitar lokasi pembakaran sampah.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat tentang potensi bahaya dari benda-benda yang sering dianggap sepele, seperti botol plastik yang berisi sedikit air.
Dalam kondisi panas, botol tersebut dapat memantulkan dan memfokuskan sinar matahari sehingga memicu api pada rerumputan kering.
“Ada air sedikit di dalam botol yang terkena panas matahari, itu bisa menjadi pemicu terbakarnya ilalang,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Pemko Tanjungpinang telah menginstruksikan para camat dan lurah agar berkoordinasi dengan RT dan RW guna meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan agar lebih peduli terhadap potensi kebakaran di sekitar mereka.
Lis menegaskan bahwa sebagian besar kasus karhutla yang terjadi saat ini merupakan akibat kelalaian manusia atau human error.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran.
“Kita harus bersama-sama menjaga Tanjungpinang ini. Kalau bukan kita, siapa lagi,” katanya.
Di sisi lain, Lis juga menyampaikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran yang selalu siaga selama 24 jam untuk menangani berbagai peristiwa kebakaran di wilayah Tanjungpinang.
Lis menyampaikan, upaya pencegahan tetap menjadi langkah paling penting untuk meminimalkan risiko kebakaran yang lebih besar di masa mendatang.

