“Biasanya hasil tangkapan kami disetor ke tengkulak di pasar dengan harga normal. Tapi karena stok ikan di pasar berkurang, tengkulak mungkin menaikkan harga,” tambahnya.
Menurut para nelayan, cuaca buruk ini biasanya mencapai puncaknya pada Januari 2025 dan mulai mereda pada Februari-Maret mendatang.
“Berdasarkan pengalaman kami, cuaca buruk biasanya memuncak pada Januari,” jelas Nurjani.
Senada dengan itu, Noran, nelayan lainnya, menambahkan bahwa cuaca buruk juga memicu banjir rob di daerah pesisir tempat mereka beraktivitas.
“Terkadang kami harus memindahkan barang-barang jika air laut mulai naik. Di tahun-tahun sebelumnya, Januari sering terjadi banjir rob hingga tiga hari berturut-turut. Meski begitu, aktivitas nelayan tetap berjalan,” pungkas Noran.

