HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus bergerak membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air bersih di tengah musim kemarau.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ribuan ton air bersih telah disalurkan kepada warga sepanjang Februari hingga Agustus 2026.
Distribusi air dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama di wilayah terdampak kondisi kemarau.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, penanganan kebutuhan air bersih dilakukan secara bersama oleh BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Dinas Sosial.
Bahkan, kata Lis, pelayanan distribusi air bersih dilakukan hingga dini hari agar permintaan masyarakat dapat dipenuhi secara bertahap.
“Dukungan pemerintah BPBD itu sampai pukul 01.00 WIB sampai 02.00 WIB malam menyalurkan bantuan air bersih. Pokoknya masyarakat ajukan permohonan, tunggu giliran kita suplai air bersih baik dari BPBD, Damkar maupun truk tangki air milik Dinas Sosial,” ujar Lis, Kamis (20/8/2026).
Plt Sekretaris BPBD Tanjungpinang Devit Naibaho menyebutkan, catatan distribusi air bersih menunjukkan volume yang cukup besar sejak awal tahun.
Pada Februari 2026, BPBD menyalurkan sekitar 611,9 ton air bersih. Kemudian pada Maret sebanyak 504,3 ton dan April mencapai 404,5 ton.
Sementara hingga 19 Agustus 2026, BPBD telah menyalurkan 32,5 ton air bersih kepada 17 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan.
“Untuk bulan Agustus sampai 19 Agustus kita sudah menyuplai untuk 17 KK dan 32,5 ton air bersih,” kata Devit.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan air secara berlebihan mengingat potensi kekeringan masih meningkat selama musim kemarau.
Selain menghemat air, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diimbau tidak membakar sampah kering maupun membuka lahan dengan cara membakar.
“Kita mengimbau agar berhemat air dan tidak membakar sampah yang kering, apalagi membuka lahan,” tegasnya.
Sebelumnya, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau sejak April hingga Juni, dengan puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus sampai September.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah terus memperkuat pelayanan distribusi air bersih sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif dalam menghemat penggunaan air.

