Plt Sekretaris BPBD Tanjungpinang Devit Naibaho menyebutkan, catatan distribusi air bersih menunjukkan volume yang cukup besar sejak awal tahun.
Pada Februari 2026, BPBD menyalurkan sekitar 611,9 ton air bersih. Kemudian pada Maret sebanyak 504,3 ton dan April mencapai 404,5 ton.
Sementara hingga 19 Agustus 2026, BPBD telah menyalurkan 32,5 ton air bersih kepada 17 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan.
“Untuk bulan Agustus sampai 19 Agustus kita sudah menyuplai untuk 17 KK dan 32,5 ton air bersih,” kata Devit.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan air secara berlebihan mengingat potensi kekeringan masih meningkat selama musim kemarau.
Selain menghemat air, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diimbau tidak membakar sampah kering maupun membuka lahan dengan cara membakar.
“Kita mengimbau agar berhemat air dan tidak membakar sampah yang kering, apalagi membuka lahan,” tegasnya.
Sebelumnya, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau sejak April hingga Juni, dengan puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus sampai September.

