Jumlah bantuan itu ditargetkan terus bertambah. Polsek Tanjungpinang Kota menargetkan pendistribusian mencapai 150 ton air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Distribusi air bersih akan terus dilakukan secara bertahap hingga kondisi kembali normal, khususnya sampai turunnya hujan yang dapat memenuhi kembali kebutuhan air masyarakat,” ujarnya.
Kondisi kekeringan di Pulau Penyengat dirasakan langsung masyarakat. Ketua RT 02 Penyengat, Bambang Sumardi, mengatakan warga sudah hampir dua bulan tidak mendapatkan hujan yang cukup.
Akibatnya, 27 sumur yang berada di lima perkampungan mengalami kekeringan. Kondisi air sumur yang tersisa juga mulai terasa asin.
“Sudah hampir dua bulan tidak hujan, sumur mengering. SWRO juga dalam perbaikan. Solusinya, Alhamdulillah dapat bantuan,” kata Bambang.
Bantuan air bersih tersebut menjadi salah satu solusi sementara bagi warga untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama selama sumber air masyarakat belum kembali normal.
Kapolsek Tanjungpinang Kota juga mengapresiasi dukungan para pengusaha air bersih ikut membantu kelancaran pendistribusian air kepada masyarakat.

