Akibatnya, 27 sumur yang berada di lima perkampungan mengalami kekeringan. Kondisi air sumur yang tersisa juga mulai terasa asin.

“Sudah hampir dua bulan tidak hujan, sumur mengering. SWRO juga dalam perbaikan. Solusinya, Alhamdulillah dapat bantuan,” kata Bambang.

Bantuan air bersih tersebut menjadi salah satu solusi sementara bagi warga untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama selama sumber air masyarakat belum kembali normal.

Kapolsek Tanjungpinang Kota juga mengapresiasi dukungan para pengusaha air bersih ikut membantu kelancaran pendistribusian air kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pengusaha air bersih yang telah mendukung kegiatan ini. Bantuan dan kepedulian yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih,” ungkap Freddy.

Polsek Tanjungpinang Kota memastikan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga menghadapi dampak musim kemarau dan krisis air bersih.