HARIANMEMOKEPRI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang meminta masyarakat mulai menghemat penggunaan air menyusul kondisi kemarau menyebabkan sejumlah sumur warga mengalami penurunan debit hingga mulai mengering.

Kepala BPBD Tanjungpinang, M. Yamin, mengatakan minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat ketersediaan air bersih perlu mendapat perhatian bersama.

Ia meminta warga yang mengalami kesulitan air bersih untuk segera menyampaikan laporan melalui ketua RT/RW atau pihak kelurahan.

Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan warga dapat didata sebelum bantuan air disalurkan.

“Kalau hanya satu atau dua rumah, lebih baik dikumpulkan datanya melalui RW dan kelurahan. Berapa rumah yang membutuhkan, sehingga bisa sekaligus menyuplai air,” kata Yamin, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, pendataan secara terkoordinasi akan membuat penyaluran air bersih lebih tepat sasaran. Selain itu, BPBD dapat menyesuaikan jumlah air dikirim berdasarkan jumlah rumah yang mengalami kekurangan air.

“Misalnya ada 50 rumah yang membutuhkan, datanya kami siapkan dan warga yang menerima air juga sudah diketahui,” ujarnya.

BPBD Tanjungpinang sendiri telah beberapa kali melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat. Bersama petugas pemadam kebakaran, penyaluran juga dilakukan untuk mendukung kebutuhan air dalam penanganan kebakaran lahan.

Sejumlah wilayah yang telah mendapat suplai air dalam dua pekan terakhir antara lain kawasan Batu 5, Batu 10, Batu 20 dan beberapa lokasi lainnya.

Yamin menjelaskan, satu mobil tangki yang digunakan BPBD mampu membawa sekitar lima ton air. Dengan sekitar delapan kali pendistribusian, total air yang telah disalurkan mencapai hampir 40 ton.

“Kalau satu lori kapasitasnya lima ton, kita sudah sekitar delapan kali suplai, jadi hampir 40 ton,” ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah kering maupun membuka lahan dengan cara membakar. Aktivitas tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran, terlebih kondisi lahan yang semakin kering.

Yamin menilai pencegahan kebakaran menjadi penting agar ketersediaan air tidak semakin terbebani untuk kebutuhan pemadaman.

“Kita mengimbau agar berhemat air dan tidak membakar sampah yang kering, apalagi membuka lahan,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan kebocoran jaringan air kepada Perumda Tirta Kepri atau pengelola layanan air setempat.

Sebagai langkah antisipasi, warga dianjurkan memanfaatkan dan menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan tertentu selama musim kemarau.

BPBD mengingatkan kondisi tanpa hujan yang berlangsung cukup lama dapat memperburuk kekeringan.

Karena itu, penghematan air dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dinilai perlu dilakukan secara bersama-sama.

“Menghemat air dan mencegah terjadinya kebakaran adalah tanggung jawab kita bersama pada kemarau ini,” pungkas Yamin.