“Untuk itu, kita akan berkolaborasi dengan para ustaz agar program ini berjalan dengan baik,” jelas Lis.
Selain itu, Pemko juga akan mendorong pelajar melaksanakan salat Maghrib, Isya, dan Subuh berjemaah di masjid.
Aktivitas ini nantinya akan tercatat dalam buku khusus dan menjadi bagian dari penilaian ekstrakurikuler siswa.
Pemko Tanjungpinang juga berencana memberlakukan jam malam bagi pelajar sebagai upaya membangun karakter generasi muda.
Lis menyebutkan, sinergi antara pemerintah, ulama, swasta, dan masyarakat adalah kunci mewujudkan Tanjungpinang sebagai kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
“Kalau kita saling mendukung, insya Allah masjid-masjid kita akan semakin makmur. Semoga dengan hadirnya generasi berakhlak karimah dan Qurani, Tanjungpinang menjadi negeri yang diberkahi,” harapnya.
Ketua BKMT Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari Ansar, juga memberikan apresiasinya kepada BKMT Tanjungpinang atas konsistensi mereka menggelar acara keagamaan setiap tahun.
“Alhamdulillah, kegiatan ini semakin berkembang. Awalnya hanya Khataman Quran, sekarang menjadi program yang lebih luas manfaatnya. Semoga bisa diikuti juga oleh BKMT kabupaten dan kota lainnya,” ujar Dewi.
Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Fajar Tresna Utama, serta penyerahan santunan kepada ibu-ibu BKMT dan kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

