HARIANMEMOKEPRI.COM — Sebanyak 250 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (15/5/2025).

Aksi unjuk rasa ini berlangsung di dua titik, yaitu halaman Gedung Daerah Provinsi Kepri dan Kantor DPRD Provinsi Kepri.

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Hamam Wahyudi, mengatakan bahwa fokus pengamanan utama berada di Gedung Daerah Provinsi Kepri, di mana para peserta aksi ingin bertemu langsung dengan Gubernur Kepri.

“Saat itu Pak Gubernur berhalangan hadir, namun sudah diwakili oleh Asisten I Setdaprov Kepri. Aksi di sana berjalan lancar dan tetap kondusif. Personel kami berhasil mengawal peserta aksi agar tetap tertib,” ujarnya.

Untuk menjamin keamanan para peserta selama perjalanan, pihak kepolisian juga memberikan pengawalan menuju lokasi aksi.

“Setibanya di Kantor DPRD Provinsi Kepri, para peserta dan pejabat terkait melangsungkan audiensi guna mencari solusi atas tuntutan yang disampaikan nelayan,” lanjut Kapolresta.

Personel yang bertugas dalam pengamanan ini terdiri dari gabungan Polresta Tanjungpinang, Polres Bintan, dan Polda Kepri.

Kapolresta Tanjungpinang mengapresiasi sikap kooperatif dari para peserta aksi yang turut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Unjuk rasa yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini berjalan lancar. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tertib dan kooperatif,” pungkasnya.

Aksi unjuk rasa tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah pusat, terutama Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2023 tentang penangkapan ikan terukur.