“Peringatan Tahun Baru Islam 1446 H ini sebagai tongkat estafet bagi setiap muslim untuk menerapkan hal positif dan menjadi refleksi serta motivasi untuk perbaikan diri,” tutur Ansar.

Ustadz Anugrah Cahyadi atau kerap disapa Ustadz Ucay menerangkan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan.

Keempat bulan dimuliakan itu, Dzulhijjah, Dzulqa’dah, Muharram, dan Rajab, diantara amalan bulan Muharam pertama memperbanyak puasa.

Kedua, lanjut Ustadz Ucay, disunnahkan untuk meluaskan belanja kepada keluarga pada hari kesepuluh Muharram. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw

Barang siapa melapangkan nafkah belanja kepada keluarganya (istri, anak dan orang-orang yang ia tanggung nafkahnya) pada hari ‘Asyura’, maka Allah akan melapangkan rezeki baginya sepanjang tahun (HR ath Thabarani, al-Baihaqi dan lainnya).

“Dua amalan di atas inilah yang secara eksplisit disebutkan dalam hadits, yaitu berpuasa dan melapangkan nafkah belanja kepada keluarga.

“Adapun amalan-amalan lain di hari ‘Asyura’ yang disebutkan oleh sebagian ulama, seperti melakukan shalat tasbih, sedekah, mengunjungi ulama, menjenguk orang sakit, mengusap kepala anak yatim, memakai celak, bersilaturahmi dan lain-lain, maka boleh-boleh saja diamalkan pada hari ‘Asyura’ meskipun tidak ada hadits yang secara khusus menganjurkannya,” jelas Ustadz Ucay.