HARIANMEMOKEPRI.COM – Partai Golkar menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di TCC Aston Tanjungpinang, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Golkar Solid Indonesia Maju, Kepri Maju Makmur Merata” ini dihadiri langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, serta sejumlah kader dan pengurus partai di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Sarmuji menjelaskan makna musyawarah sebagai proses untuk menghasilkan keputusan terbaik.

Ia mengibaratkan musyawarah seperti mengambil madu dari sarangnya, yang berasal dari bahan terbaik dan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

“Seperti halnya madu yang berasal dari tanaman baik, dari bahan yang baik, kemudian menjadi hasil yang baik. Itulah yang ingin kita ambil dalam setiap musyawarah daerah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Musda, mekanisme pemilihan tetap mengacu pada aturan yang berlaku.

Jika hanya terdapat satu calon yang mendaftar, maka proses pemilihan dapat dilakukan secara aklamasi.

“DPP Partai Golkar tidak akan melakukan intervensi di luar proses Musda yang sudah berjalan. Dari laporan panitia, sejauh ini baru ada satu calon yang mendaftar,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri yang juga politisi Partai Golkar, Ansar Ahmad, menekankan pentingnya konsolidasi internal partai pasca-Musda.

Ansar berharap kepengurusan baru mampu merangkul seluruh kader untuk memperkuat peran Golkar di tengah masyarakat.

“Setiap partai memiliki ideologi masing-masing. Namun bagi kita di Golkar, siapapun ketua terpilih nanti, mari kita konsolidasi kembali, merangkul seluruh kader untuk bersama-sama membangun Partai Golkar di Kepri agar semakin mendapat tempat di hati masyarakat,” ungkap Ansar.

Musda ini menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Kepri dalam menentukan arah kepemimpinan dan strategi politik ke depan, sekaligus memperkuat soliditas internal partai di wilayah tersebut.