Sisi lain, saksi Parpol dari Hanura membantah bahwa total suara PDI Perjuangan untuk DPRD Kepri sebanyak 3046.

Hal itulah yang membuat Andi Cori mengamuk sambil melemparkan mikropon, Handphone kearah para komisioner KPU Kota Tanjungpinang di depan.

Tak sampai disitu, Andi Cori juga memecahkan meja kaca dan memukul salah satu saksi dari Partai Hanura. Sehingga dengan kejadian itu Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara di skorsing KPU Kota Tanjungpinang.

Ketua KPU Tanjungpinang, Muhammad Faizal, mengatakan semuanya memang di luar kendali, tetapi pihaknya sebagai penyelenggara tetap berupaya agar berjalan lancar.

“Sikap KPU tegas, kami menginginkan Rapat Pleno pada malam ini tetap bisa berjalan,” jelas Faizal.

Namun dengan berbagai pertimbangan dari peserta rapat, lanjut Faizal, terutama dari saksi Parpol, saksi pasangan calon dan saksi DPD menginginkan agar rapat pleno ini ditunda besok (Minggu 3/3/2024) sehingga dirinya meminta tanggapan dari Bawaslu.

Demikian pula dari Bawaslu juga memiliki pertimbangan sama dengan memperhatikan situasi serta kondisi dan faktor keamanan.