Ia menyebut, persoalan tersebut akan dibawa dalam pembahasan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Lingga.

Salah satu opsi yang akan dilihat adalah kemungkinan pengalokasian anggaran melalui perubahan APBD.

“Insya Allah persoalan ini akan saya jadikan atensi dalam pembahasan di Banggar DPRD. Kita akan melihat kemungkinan solusi melalui pergeseran anggaran maupun pembahasan P-APBD agar kebutuhan transportasi pelajar ini bisa terakomodir,” katanya.

Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai anggaran, Yadi akan meminta data lengkap mengenai kebutuhan biaya yang diperlukan.

Data tersebut mencakup estimasi biaya perbaikan kendaraan, kebutuhan bahan bakar serta biaya operasional lainnya.

“Saya akan meminta data estimasi kebutuhan anggaran perbaikan kendaraan, biaya operasional, termasuk kebutuhan bahan bakar. Dari data itu nanti kita bisa melihat langkah yang paling memungkinkan untuk diperjuangkan,” jelasnya.

Yadi juga menyampaikan apresiasi kepada media yang telah mengangkat persoalan tersebut sehingga menjadi perhatian para pemangku kebijakan.