Kemampuan berpikir kritis siswa menguat ketika mereka diajak berdiskusi mencari solusi atas masalah penumpukan sampah plastik yang kerap mencemari muara sungai dekat pemukiman mereka sendiri.
Beberapa inovasi kecil seperti pembuatan alat penyaring air sederhana dari bahan daur ulang berhasil diciptakan oleh anak-anak berkat bimbingan intensif dari para relawan akademisi tersebut.
Proses belajar yang menyenangkan ini perlahan menghapus stigma bahwa anak-anak dari daerah pesisir selalu tertinggal dalam pencapaian akademis dibandingkan dengan rekan seusia mereka di pusat kota.
Menjaga Nyala Api Pembelajaran Berkelanjutan
Tantangan terbesar yang dihadapi sanggar swadaya ini adalah memastikan ketersediaan bahan bacaan berkualitas serta keberlanjutan regenerasi pengajar muda yang mau konsisten datang ke lokasi terpencil setiap minggunya.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan infrastruktur dasar seperti pencahayaan yang memadai serta akses internet sehat tanpa merusak independensi pengelolaan sanggar yang sudah berjalan dengan sangat baik ini.

