Anak-anak diajak mengukur tingkat keasaman air laut, mempelajari siklus hidup mangrove, hingga menghitung estimasi hasil tangkapan ikan menggunakan prinsip matematik dasar yang dipraktikkan secara menyenangkan di luar ruangan.
Transformasi Ruang Belajar Swadaya
Pendekatan belajar berbasis realitas sosial ini terbukti ampuh mendongkrak rasa ingin tahu anak-anak yang sebelumnya menganggap pelajaran sekolah sebagai beban hafalan membosankan dan tidak berguna bagi masa depan mereka.
Orang tua murid yang awalnya bersikap skeptis kini mulai menyisihkan sebagian kecil hasil penjualan ikan untuk membeli buku cerita anak serta perlengkapan menggambar yang dapat digunakan bersama di sanggar tersebut.
Gotong royong warga terpancar jelas ketika para ibu secara bergantian memasak camilan tradisional untuk memastikan anak-anak tetap fokus dan memiliki energi cukup saat belajar pada malam hari.
Interaksi erat antara warga senior dan anak-anak menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat, sehingga proses transfer pengetahuan terjadi secara alami tanpa ada tekanan akademis yang berlebihan.

