Metode pengajaran ramah anak ini juga berhasil menurunkan tingkat konsumsi gawai tanpa pengawasan pada malam hari, mengalihkannya menjadi kegiatan diskusi kelompok yang membangun keterampilan komunikasi antarpribadi.

Sejumlah tetangga yang memiliki keahlian khusus seperti menjahit atau bertukang kayu bahkan ikut menyumbangkan waktu mereka untuk mengajarkan keterampilan praktis yang berguna bagi kemandirian anak kelak.

Keterampilan Abad 21 dari Pinggiran Kota

Pendidikan karakter yang tumbuh organik dari tengah masyarakat pesisir ini membuktikan bahwa kualitas pembelajaran tidak selalu bergantung pada kemewahan fasilitas gedung sekolah berpendingin udara.

Anak-anak belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir langsung dari penuturan para penatua kampung yang menyaksikan perubahan iklim serta penurunan jumlah tangkapan ikan dari tahun ke tahun.

Pengetahuan lokal yang dipadukan dengan wawasan sains modern ini membentuk cara pandang baru bagi anak-anak untuk tetap mencintai tanah kelahiran mereka tanpa merasa inferior dibanding anak kota.