“Kepada Kapolres dan Kasatlantas, kalian adalah pengayom masyarakat. Bantu kami wujudkan keselamatan bersama. Seorang pemimpin bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya,” tambahnya.

RB juga mengajak Walikota dan para Bupati di Batang, Pekalongan, dan Pemalang untuk bersinergi menyukseskan kebijakan pengalihan arus truk ke jalan tol.

“Kami sudah muak dengan banyaknya truk besar yang melintas di jalur Pantura. Kebijakan ini demi keselamatan bersama,” tandasnya.

Dukungan terhadap pembatasan truk besar juga datang dari masyarakat. Diyah (30), warga Petarukan, mengaku setuju dengan pembatasan tersebut karena dua saudaranya pernah menjadi korban kecelakaan truk di kawasan tersebut.

“Beberapa tahun lalu, dua saudara saya tertabrak truk saat berhenti di lampu merah dekat Pasar Petarukan. Saya sangat setuju dengan kebijakan ini,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Tarom (40), warga Kota Pekalongan. Ia berharap arus kendaraan besar dialihkan masuk tol demi keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Ketika istri saya naik motor dan terjebak di antara ratusan truk besar, saya benar-benar khawatir. Saya tidak ingin hal buruk terjadi pada keluarga saya,” katanya.