“Sekarang kebanyakan baru DP, jarang yang langsung bayar lunas. Mungkin karena faktor ekonomi, apalagi dana dari sales juga telat masuk,” tambahnya.

Menurutnya, omzet penjualan tahun ini menurun drastis. Dalam seminggu, ia hanya mampu menjual 3 hingga 4 ekor sapi. Padahal, tahun lalu ia bisa menjual 2 hingga 3 ekor setiap hari.

Kondisi serupa juga dialami Warso (50), pedagang kambing di kawasan Kendalsari, Petarukan. Ia mengaku lesunya permintaan hewan kurban terjadi hampir di semua lapak.

“Permintaan lesu mungkin karena banyak petani gagal panen, ditambah kebutuhan orang tua untuk biaya masuk sekolah anak,” ujarnya.

Meski permintaan turun, harga kambing kurban masih terbilang stabil, yakni di kisaran Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor.

Biasanya, mendekati Idul Adha harga hewan kurban cenderung naik, namun hingga kini belum ada lonjakan harga karena minimnya permintaan.

Para pedagang berharap kondisi akan membaik dalam beberapa hari ke depan, seiring semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha.