Oleh: Ilham Bani Arrasyid, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STAI

Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan yang penuh tantangan. Harapan yang dahulu katanya habis gelap terbitlah terang perlahan meredup kembali di tengah kebijakan yang tidak efektif, korupsi yang semakin menjadi-jadi, serta ancaman terhadap demokrasi dan supremasi sipil.

Dari janji makan siang gratis yang jauh dari kata efektif, pendidikan yang tidak menjadi prioritas, munculnya kembali dwifungsi TNI-Polri, hingga korupsi yang tak kunjung berakhir terutama skandal korupsi Pertamax yang menguras kepercayaan publik semua ini membuat bangsa ini berada di persimpangan antara harapan dan keputusasaan.

Janji makan siang gratis terdengar manis, tetapi tanpa perencanaan matang, ini bisa menjadi proyek gagal yang justru menggerus anggaran negara.

Dengan estimasi biaya Rp 450 triliun, pertanyaannya sederhana: apakah dana sebesar itu akan benar-benar sampai ke anak-anak yang membutuhkan, atau justru bocor di tengah jalan?