5. Ekosistem estuari

Estuari merupakan zona peralihan antara lingkungan sungai dengan lingkungan laut, maka kondisi estuari dipengaruhi oleh karakter sungai yang membentuknya (misalnya banyaknya air tawar dan sedimentasi yang dibawanya), maupun oleh karakter lautan di sisi yang lain (misalnya pasang surut, pola gelombang, kadar garam).

Daerah estuaria merupakan tempat hidup yang baik bagi populasi ikan jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Daerah ini merupakan tempat untuk berpijah dan membesarkan anak-anaknya bagi beberapa spesies ikan. 

Baca Juga: Setiap Pagi, Polantas Mengatur Arus Lalin Disaat Jam Masuk Sekolah

Estuari memiliki ciri-ciri yaitu:

– berair payau dengan tingkat salinitas tidak stabil

– sering terjadi pasang surut

– vegetasi dominan pada ekosistem ini adalah tumbuhan bakau

6. Ekosistem pantai batu

Ekosistem pantai batu terbentuk dari bongkahan-bongkahan batu granit yang besar atau berupa batuan padas yang terbentuk dari proses konglomerasi (berkumpul dan menyatunya) antara batu-batu kecil atau kerikil dengan tanah liat dan kapur. Ekosistem tersebut biasanya didominasi vegetasi jenis Sargassum atau Eucheuma.