Opini

Ekosistem Dengan Makhluk Hidup Terdapat Hubungan Timbal Balik Yang Saling Pengaruh

42
×

Ekosistem Dengan Makhluk Hidup Terdapat Hubungan Timbal Balik Yang Saling Pengaruh

Sebarkan artikel ini
Rasti Antika Fakultas Ilmu kelautan dan perikanan (UMRAH)

HARIANMEMOKEPRI.COM — Ekosistem adalah sebuah sistem ekologi yang dibentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ekosistem juga bisa dimaknai sebagai tatanan kesatuan utuh dan menyeluruh yang terjadi antara unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

1. Ekosistem lamun

Lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal.

Baca Juga: Peran Penting Manusia Dalam Menjaga Ekosistem Terutama Perairan

Semua lamun adalah tumbuhan berbiji satu (monokotil) yang mempunyai akar, rimpang (rhizoma), daun, bunga dan buah seperti halnya dengan tumbuhan berpembuluh yang tumbuh di darat.

BACA JUGA  Opini: Begitu Pentingnya Ekosistem Laut Bagi Kehidupan Manusia Hingga Kini

Ekosistem lamun merupakan habitat berbagai biota bernilai tinggi, seperti ikan, teripang, bulu babi dan lainnya.

Adapun keistimewaan dari lamun adalah sebagai peredam arus dan gelombang, daun lamun yang sangat lebat mampu memperlambat laju arus dan ombak.

Baca Juga: Sertijab Danguskamla Koarmada I, Dari Laksma TNI Isswarto Kepada Kolonel Laut Tony Hardijanto

2. Ekosistem rawa

Ekosistem rawa adalah salah satu ekosistem lahan basah alami baik yang dipengaruhi air pasang surut maupun tidak dipengaruhi pasang surut, sebagian kondisi airnya payau, atau asin, atau tawar dan memiliki vegetasi unik yang sesuai dengan kondisi airnya.

3. Ekosistem laut dalam 

Ekosistem laut dalam berada pada kedalaman laut yang tidak mendapatkan cahaya Matahari dan mengandung lebih sedikit oksigen seperti palung laut. Saking dalamnya Ekosistem ini, Matahari tidak dapat masuk menyebabkan lautnya gelap dan juga dingin.

BACA JUGA  Semakin Marak Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur Terjadi di Indonesia

4. Ekosistem waduk

  Waduk adalah Ekosistem perairan buatan yang dibuat dengan cara membendung beberapa aliran sungai. Waduk dapat bermanfaat untuk berbagai keperluan seperti pembangkit listrik, penampungan air, sumber irigasi, budidaya perikanan, pariwisata dan transportasi air.

Baca Juga: Opini : Ekosistem Perairan yang Berdampak Banyak Bagi Mahkluk Hidup

Waduk selain sebagai sumber untuk pengairan persawahan juga dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum di perkotaan yang sangat langka air bersih. Waduk juga berfungsi sebagai PLTA, dan dikelola untuk mendapatkan kapasitas listrik yang dibutuhkan.

BACA JUGA  Opini : Ekosistem Perairan yang Berdampak Banyak Bagi Mahkluk Hidup

5. Ekosistem estuari

Estuari merupakan zona peralihan antara lingkungan sungai dengan lingkungan laut, maka kondisi estuari dipengaruhi oleh karakter sungai yang membentuknya (misalnya banyaknya air tawar dan sedimentasi yang dibawanya), maupun oleh karakter lautan di sisi yang lain (misalnya pasang surut, pola gelombang, kadar garam).

Daerah estuaria merupakan tempat hidup yang baik bagi populasi ikan jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Daerah ini merupakan tempat untuk berpijah dan membesarkan anak-anaknya bagi beberapa spesies ikan. 

Baca Juga: Setiap Pagi, Polantas Mengatur Arus Lalin Disaat Jam Masuk Sekolah

Estuari memiliki ciri-ciri yaitu:

– berair payau dengan tingkat salinitas tidak stabil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *