“Selama 37 hari masyarakat disuguhkan pertandingan-pertandingan yang menarik hingga hari ini kita menyaksikan partai final antara PSTK Tanjung Kelit dan Musai Junior. Kami berharap seluruh pemain tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan sepak bola sebagai sarana mempererat persaudaraan,” katanya.
Usai seremoni penutupan, perhatian ribuan penonton langsung tertuju ke lapangan. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim tampil agresif dan saling menciptakan peluang. Namun hingga waktu normal berakhir, tidak ada gol yang tercipta.
Ketegangan memuncak ketika pertandingan harus dihentikan sementara menyusul insiden yang memicu kericuhan di dalam lapangan.
Panitia bersama aparat kepolisian, Babinsa, official, dan manajemen kedua tim kemudian melakukan mediasi agar pertandingan dapat dilanjutkan.
Setelah melalui kesepakatan bersama, wasit memutuskan pertandingan diteruskan dengan tambahan waktu selama 10 menit.
Keputusan itu menjadi momentum bagi Musai Junior FC. Memanfaatkan peluang di masa injury time, mereka sukses mencetak gol langsung disambut gemuruh ribuan suporter.
Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan Musai Junior FC keluar sebagai juara Dusun Limbung Cup VIII.
Kepala Desa Musai, M. Nazum, mengaku bangga atas perjuangan tim yang mampu menjaga fokus hingga akhir pertandingan meski sempat diwarnai ketegangan.
“Kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemain, pelatih, manajemen tim, dan dukungan penuh masyarakat Musai. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berprestasi di turnamen berikutnya,” ujarnya.

