“Dusun Limbung Cup bukan hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui meningkatnya aktivitas pelaku UMKM selama turnamen berlangsung,” terang Jupri.

Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Lingga, Gandi, mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Bukit Harapan terus menjaga eksistensi turnamen sebagai salah satu agenda olahraga tahunan di Lingga Utara.

“Selama 37 hari masyarakat disuguhkan pertandingan-pertandingan yang menarik hingga hari ini kita menyaksikan partai final antara PSTK Tanjung Kelit dan Musai Junior. Kami berharap seluruh pemain tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan sepak bola sebagai sarana mempererat persaudaraan,” katanya.

Usai seremoni penutupan, perhatian ribuan penonton langsung tertuju ke lapangan. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua tim tampil agresif dan saling menciptakan peluang. Namun hingga waktu normal berakhir, tidak ada gol yang tercipta.

Ketegangan memuncak ketika pertandingan harus dihentikan sementara menyusul insiden yang memicu kericuhan di dalam lapangan.