Ia menjelaskan, setiap tindakan pertolongan harus diawali dengan penilaian risiko secara bertahap, mulai dari tingkat risiko paling rendah hingga yang paling tinggi.

Pemahaman tersebut dinilai penting untuk membentuk kesadaran keselamatan sejak usia dini.

Abdul Rahman menegaskan bahwa upaya edukasi keselamatan laut menjadi kebutuhan mendesak di Natuna merupakan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga seperti Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Singapura.

Sebagai daerah kepulauan dengan wilayah laut yang luas, masyarakat Natuna dinilai perlu memiliki pengetahuan keselamatan yang memadai untuk menghadapi berbagai aktivitas di laut.

“Posisi Natuna di ujung utara membuat edukasi keselamatan laut bukan lagi pilihan. Dengan gugusan pulau dan laut seluas itu, pengetahuan menjadi pelampung utama bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan Rihlah Tarbiyah SD IT Ranai di Pantai Cemaga berlangsung aman hingga seluruh rangkaian acara selesai.

SAR Natuna juga menyatakan kesiapan untuk mendukung sekolah, organisasi, maupun instansi yang membutuhkan sosialisasi dan pelatihan keselamatan SAR di wilayah Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas.