HMK, JAKARTA – TNI Angkatan Laut menunjukkan taringnya di wilayah perairan Bangka Belitung melalui gelaran Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi yang dipadukan dengan pameran hasil tangkapan komoditas mineral ilegal. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (15/2) ini disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. (HC) Hidayat Arsani.

Simulasi Tempur dan Teknologi Modern
Dalam latihan ini, TNI AL mengerahkan kekuatan penuh yang melibatkan sembilan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), termasuk kapal kombatan utama seperti KRI Brawijaya-320 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331.

Operasi ini juga mengintegrasikan kekuatan udara dan darat, mulai dari Pesawat Patroli Maritim CN-235, helikopter Panther, hingga penggunaan teknologi mutakhir seperti Drone Kamikaze dan Mobile Command Center.

Skenario latihan diwarnai dengan aksi taktis Visit Board Search and Seizure (VBSS), penembakan meriam kaliber 76 MM, hingga pengerahan roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir sebagai sistem pertahanan pantai utama dalam menghadapi ancaman musuh.