Langkah tegas ini merupakan bentuk implementasi instruksi Presiden RI, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto, dalam memberantas penambangan ilegal (illegal mining) dan penyelundupan sumber daya alam yang merusak ekosistem serta merugikan kas negara.

“Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi ini baru pertama kali dilatihkan. Kita berupaya melibatkan seluruh teknologi yang baru kita terima seperti drone surveilance maupun drone kamikaze, Pusat Kendali Mobil (Mobile Command). Selain latihan, untuk pencegahan penyelundupan timah ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI. Babel memiliki sumber daya yang sangat kaya, sayang sekali kalau diselundupkan bahkan menguntungkan negara lain”. Ujar Kasal.

Keberhasilan ini menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus mengamankan kekayaan mineral strategis Indonesia dari praktik-praktik ilegal. (***)