HARIANMEMOKEPRI.COM – Gerakan Solidaritas Aksi Masyarakat Lingga (GSAM) akan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) di Gedung Nasional Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, pada 6 Oktober 2026.

Mubes mengangkat tema “Refleksi 23 Tahun Kabupaten Lingga” tersebut diproyeksikan menjadi forum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan daerah sekaligus menghimpun gagasan mengenai arah Kabupaten Lingga dalam beberapa tahun mendatang.

Mantan Bupati Lingga, Alias Wello, selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan, momentum 23 tahun Kabupaten Lingga perlu dimanfaatkan untuk melihat kembali berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih membutuhkan penyelesaian.

“Refleksi 23 tahun Kabupaten Lingga adalah momentum untuk melihat apa yang sudah berhasil, apa yang masih menjadi persoalan, dan bersama-sama menentukan arah pembangunan Lingga ke depan,” ujar Alias Wello, Rabu (30/9/2026).

Menurut Alias Wello, Mubes GSAM diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Forum tersebut akan menjadi ruang bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan pandangan, gagasan dan masukan mengenai kondisi daerah.

“Dengan adanya ruang bersama seperti ini, berbagai gagasan dari masyarakat dapat dihimpun untuk menjadi bahan dalam melihat persoalan dan peluang pembangunan Kabupaten Lingga,” ujarnya.

Sementara itu, penggagas Mubes GSAM, Tengku Nazwar, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari serangkaian diskusi yang dilakukannya bersama sejumlah elemen masyarakat Lingga.

Diskusi tersebut melibatkan tokoh adat, tokoh agama, LSM, pemuda serta berbagai unsur masyarakat lainnya.