HarianMemoKepri.com, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kepri resmi mengoperasikan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Batu Hitam, Kota Tanjungpinang untuk masyarakat, Selasa, (03/2018). Kepala Dinas Perkim Kepri, Heru Sukmoro menyampaikan SWRO ini sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu. Dan dengan beroprasi SWRO air laut dapat dikonsumsi masyarakat Tanjungpinang. Proyek Satuan Kerja (Satker) Kementrian Pekerjaan Umum (PU) ini menelan biaya pembanguan Rp97 miliar melalui dana APBN. Proyek ini didesain untuk bisa mengatasi kebutuhan 4000 pelanggan dengan kapasitas 50 liter per detik. “SWRO ini merupakan dambaan, impian serta harapan besar buat masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir khususnya dan masyarakat Kota Tanjungpinang umumnya. Karena SWRO merupakan sumber air bersih akan di konsumsi masyarakat tersebut di rumahnya,” jelas Heru kepada awak media. Dia juga mengatakan, Kementerian PUPR bersama Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang telah menganalisis ketersediaan kebutuhan air bersih pada saat Kota Tanjungpinang dilanda krisis air bersih karena kemarau panjang. “Berdasarkan analisis tersebut, maka dengan inisiatif bersama dibuat sebuah kebijakan untuk dibangun sistem penyediaan air bersih dan air minum dengan teknologi reserve osmosis yang mengolah air laut menjadi air yang siap minum atau yang dikenal dengan SPAM SWRO untuk masyarakat,” tambahnya. Dikesempatan yang sama, , Sekda Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M.Si menyampaikan rasa bangga dan bahagia dengan dioperasikannya SWRO ini untuk membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang terkait dengan air minum. “Dengan hadirnya SWRO ini diharapkan untuk memenuhi kebutuhan air minum untuk masyarakat. Pendistribusiannya lebih dikhususkan untuk masyarakat pesisir atau pelantar yang aksesbilitas dan keterjangkauan ketersediaan air minum yang layak konsumsi cukup terkendala permasalahan teknis.” kata Riono. Sementara itu, Kasubdit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perkotaan pada Kementerian PUPR Darmawel Umar menyampaikan beberapa alasan pembangunan SWRO di Kota Tanjungpinang. “Kondisi geografis Pulau Bintan mengalami keterbatasan air baku dan faktor alamiah berupa perubahan kondisi iklim dan kualitas air baku yang semakin menurun seperti di Waduk Sei Pulai dan Sei Gesek. Kota Tanjungpinang memiliki sumber air laut yang melimpah dan tidak terbatas sehingga dianggap sangat cocok untuk dibuat SWRO.” Ujar Darmawel. SWRO yang telah dimulai dari tahun 2013 sampai 2015 ini akan dikelola oleh Pemko Tanjungpinang melalui UPTD Air Minum yang melayani 2.825 unit sambungan rumah tangga yang tersebar di zona pelayanan RO yang terbagi atas 3 zona yakni Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang Kota dan Kecamatan Bukit Bestari. Serta jaringan distribusi utama untuk perpipaan juga dikembangkan ke beberapa wilayah yaitu Kampung Baru, Jalan Soekarno Hatta, Batu Hitam dan Jalan Wiratno. Dengan beroperasinya SWRO ini diharapkan adanya penambahan tingkat pelayanan air bersih khususnya di Kota Tanjungpinang yang selama ini dilayani oleh PDAM Tirta Kepri sehingga waduk Sei Gesek dan waduk Sei Pulai juga dapat dioptimalkan untuk melayani kawasan pelayanan di Tanjungpinang bagian timur. (Red/Erial-Suarakepri.com)