HMK, Anambas – Upaya pengembangan komoditas kopi mulai dirintis di Kabupaten Kepulauan Anambas. Seorang petani di wilayah Genting, Desa Air Bini, Kecamatan Tarempa Selatan, Sunardi, mengembangkan kebun kopi seluas 2,5 hektare dengan sekitar 4.000 bibit yang ia tanam sejak Agustus 2024. Meski belum genap dua tahun, sebagian tanaman menunjukkan pertumbuhan baik dan mulai berbunga serta berbuah.
Langkah ini dinilai strategis mengingat hingga kini belum ada produksi kopi lokal di Anambas. Seluruh kebutuhan konsumsi masyarakat masih dipasok dari luar daerah.
Saat ditemui di kebunnya, Sunardi menunjukkan bunga-bunga kopi yang sudah mulai muncul dengan ukuran beragam. Ia menjelaskan kondisi tersebut menandakan masa panen nantinya tidak serentak.
“Biasanya yang bunganya lebih besar panen lebih dulu, lalu disusul yang lain. Jadi pemetikannya bisa bertahap,” ujarnya.
Dirintis dari Uji Coba hingga Belasan Ribu Tanaman
Ketertarikan Sunardi pada usaha kopi berawal pada 2013 setelah melihat peluang bisnis melalui media sosial dan cerita para pelaku usaha di Pulau Jawa. Namun kondisi ekonomi keluarga saat itu membuat rencananya tertunda.

