“Pelayanan yang baik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang ketulusan dan empati,” ungkapnya.

Pemberian penghargaan ini sejalan dengan nilai-nilai Panca Carana Laksya Pemasyarakatan, khususnya prinsip Pengabdian yang Ikhlas, yang menekankan pentingnya integritas dan ketulusan dalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Lapas Cipinang tidak hanya fokus pada pembinaan teknis petugas, tetapi juga membentuk insan pemasyarakatan yang melayani dengan empati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Semangat ini selaras dengan visi besar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan: Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat.