HMK, KESEHATAN — Diungkapkan juru bicara (jubir) Pemerintah Jerman pada Rabu (21/2022), China dikabarkan akan mendapatkan kiriman stok vaksin Jerman BioNTech yang ditujukan untuk ekspatriat Jerman.
Dikutip dari Reuters, tidak ada detail mengenai tanggal pengiriman dan jumlah vaksin yang didistribusikan.
Namun diperkirakan, jumlah vaksin yang dikirim berkisar 20.000 dosis. Di sisi lain, Pemerintah Jerman memperkenankan orang asing selain warga Jerman untuk mengakses gambar jika dibutuhkan.
“Kami sedang mengerjakan kemungkinan bahwa selain orang Jerman, orang asing lainnya juga dapat divaksinasi dengan BioNTech,” kata juru bicara itu kepada wartawan di Berlin.
Warga negara selain Jerman saat ini belum diikutsertakan dalam vaksin ini. Namun sumber tersebut mengatakan, saat ini ada pembicaraan di negara-negara di Uni Eropa (UE) terkait distribusi vaksin ke warga negara lainnya.
China perlu menyetujui perluasan akses di luar warga negara Jerman, kata sumber itu.
Komentar itu muncul setelah laporan awal bulan ini bahwa Kementerian Kesehatan Jerman telah memberikan izin yang mengizinkan impor vaksin COVID-19 Sinovac China ke Jerman untuk diberikan kepada warga negara China di negara itu.
Sejauh ini, Beijing bersikeras hanya menggunakan vaksin yang diproduksi di dalam negeri.
Pengiriman itu dilakukan di tengah pembongkaran rezim lockdown ‘Zero-COVID’ yang ketat oleh Beijing, yang telah menyebabkan lonjakan kasus yang membuat sistem kesehatan yang rapuh tidak siap.
Para ahli memperkirakan bahwa negara berpenduduk 1,4 miliar orang itu dapat menghadapi lebih dari satu juta kematian akibat COVID-19 pada 2023.
Mengizinkan ekspatriat Jerman mengakses vaksin Barat adalah isyarat besar bagi Berlin, yang mencerminkan upaya Beijing untuk memperkuat hubungan dengan ekonomi terbesar UE setelah bertahun-tahun ketegangan perdagangan dan iklim antara kedua negara.
Saham BioNTech naik karena berita pengiriman, ditutup 2,3% lebih tinggi di Frankfurt. Sementara saham Pfizer di New York, naik 1,25% pada perdagangan pagi di New York.
Hingga berita ini ditulis, BioNTech tidak segera tersedia untuk mengomentari situasi pada hari Rabu (21/2023).
China memproduksi total sembilan vaksin lokal, yang paling banyak dari negara manapun di penjuru negeri.
Dua dosis vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna adalah yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
Kebijakan ‘Zero-COVID’ di China dan tindakan lockdown telah menjaga tingkat kematian dan penyebaran infeksi minimal selama beberapa bulan terakhir.
China melaporkan jumlah kematian dari awal pandemi hingga Selasa (20/2022), sebanyak 5.241.











