Besi Tulangan Non SNI Asal China Beredar, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Akan Terus Awasi dan Gelar Sidak

Avatar of Administrator

- Redaktur

Senin, 23 April 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Besi Tulangan Beton yang disita oleh Dirjen PKTN (foto. Ist)

Besi Tulangan Beton yang disita oleh Dirjen PKTN (foto. Ist)

HarianMemoKepri.com, Nasional – Maraknya Baja Tulangan Beton (BjTB) buatan Asal China yang tidak memiliki Seertifak Standart Nasional Indonesia (SNI) beredar didunia konstruksi Indonesia. Diketahui, bahwa banyaknya kontruksi yang bermasalah yakni menggunakan besi baja yang  didapati dari PT Srijaya Steel Pamulang, Tangerang Selatan yang hanya merupakan gudang bukan sebuah pabrik. Dilansir dari beritaterkinionline, Akiong sang Pemilik pergudangan PT Srijaya Steel menyatakan bahwa ia hanya mempertanggung jawabkan bagian pergudangan bukan kepabrikan. “Pabriknya di China yang tidak punya sertifikat. Itu yang jadi masalah sebenarnya Pak,” ujar Akiong saat disidak oleh Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag RI, Senin (23/4). Lebih lanjut, dia menerangkan, pabrik China tersebut bila memproduksi pasokan produk baja tulangan beton, maka tidak mencerminkan kekuatan, sehingga akan mudah patah. Sebab, pabrik tersebut tidak memiliki kontrol terhadap kualitas (quality control) pada produk yang sudah diproduksi. “Hasil produksi pabrik China ini kalau dipakai, patah. Enggak ada quality control. Bisa murah, makanya kita beli,” imbuhnya. Dia menambahkan, pabrik asal China tersebut telah membuka pabriknya di beberapa wilayah, antara lain di Serang, Cilegon, Bekasi, dan Balaraja. “Buatannya di Indonesia. Tapi pabrik China yang ada di sini. Serang, Cilegon, Bekasi, Balaraja,” pungkasnya. Sementara itu, Dirjen PKTN Kemendag RI, Syahrul Mamma menagaskan akan selalu mengawasi peredaran besi tulangan tersebut. “Akan selalu kita awasi, jangan sampai ada yang dirugikan. Karena dengan memakai besi tersebut tidak menjamin kekuatan suatu konstruksi,” ujar Syahrul Mamma. Dia juga mengatakan, akan melakukan sidak dibeberapa tempat terkait besi tulangan yang tidak ber-SNI. “Akan kita sidak terus, sebagai Pelindung Konsumen kita berhak menjaga konsumen dari kerugian seperti ini,” tutupnya. (Red/alf)

Baca Juga :  Ingin Perkosa Perawat, Seorang Koki 'Hangus' di 'Goreng' Massa

Berita Terkait

Menag: Perceraian Usia Dini Rumah Tangga Masih Dominan di Indonesia
Ungkap Mafia Tanah Rp16,8 Miliar, Kapolresta Tanjungpinang Terima Penghargaan Pin Emas
Danrem 151 Binaiya Ajak Masyarakat Maluku Perkuat Sinergi Jaga Keamanan
Ombudsman Dorong DPRD Tanimbar Percepat Perbaikan Layanan Publik dan Sertifikasi Sekolah
Presiden Prabowo Lantik Dua Menteri Kabinet Merah Putih, Erick Thohir Menjabat Menpora
Wawasan Hukum Nusantara Desak Presiden Ganti Wamenaker Usai OTT KPK
Warga Mandiri Lapas Cipinang Hadirkan Ruang Belajar dan Berkarya bagi Warga Binaan
Batik Karya Warga Binaan Lapas Cipinang Laris di IPPAFest 2025, Menteri Agus Andrianto Ikut Borong

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:48 WIB

Menag: Perceraian Usia Dini Rumah Tangga Masih Dominan di Indonesia

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:35 WIB

Ungkap Mafia Tanah Rp16,8 Miliar, Kapolresta Tanjungpinang Terima Penghargaan Pin Emas

Sabtu, 8 November 2025 - 13:44 WIB

Danrem 151 Binaiya Ajak Masyarakat Maluku Perkuat Sinergi Jaga Keamanan

Sabtu, 8 November 2025 - 13:33 WIB

Ombudsman Dorong DPRD Tanimbar Percepat Perbaikan Layanan Publik dan Sertifikasi Sekolah

Rabu, 17 September 2025 - 18:46 WIB

Presiden Prabowo Lantik Dua Menteri Kabinet Merah Putih, Erick Thohir Menjabat Menpora

Berita Terbaru

Pemusnahan barang bukti narkotika, Kamis (15/1/2026) foto: Polda Kepri

Hukum dan Kriminal

Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan Sabu, Ekstasi, dan Liquid Vape Berbahaya

Kamis, 15 Jan 2026 - 17:42 WIB