“Saya tidak akan mengizinkan siapa pun untuk mengadopsi dia sekarang. Sampai keluarga jauhnya kembali, saya memperlakukannya seperti salah satu dari saya sendiri,” kata Dr. Attiah, yang memiliki anak perempuan yang hanya empat bulan lebih tua dari Aya, kepada BBC.
Dia disusui oleh istri Attiah, bersama putri mereka sendiri, kata BBC.
Hani Marouf, dokter anak yang merawat Aya, mengatakan kepada BBC bahwa ketika dia tiba pada hari Senin, gadis itu “dalam keadaan yang sangat buruk, dia mengalami benjolan, memar, dia kedinginan dan hampir tidak bernapas.”
Baca Juga: Gempabumi di Papua Skala 5,2 Magnitudo Tidak Berpotensi Tsunami
“Jika gadis itu ditinggalkan satu jam lagi, dia akan mati,” katanya.
Aya dalam kondisi stabil dan, menurut The Associated Press , paman ayahnya, Salah al-Badran, akan membawanya begitu dia keluar dari rumah sakit.
Al-Badran dan keluarganya berhasil melarikan diri dari gedung satu lantai mereka saat gempa melanda, namun rumah mereka hancur. Dia dan keluarganya yang berjumlah 11 orang tinggal di tenda, katanya kepada AP.***

