Perubahan suhu udara malam yang cukup drastis memicu pipa tembaga atau plastik bertekanan tinggi mengalami pergeseran skala kecil saat mengalirkan air ke seluruh penjuru gedung.
Gesekan mekanis antara permukaan luar saluran air dengan rongga beton inilah yang kemudian merambat keluar hingga terdengar seperti pantulan benda bulat yang jatuh secara beruntun.
Peristiwa fisika sederhana tersebut sering kali terdistorsi oleh resonansi ruangan yang kedap udara, sehingga frekuensi getarannya terdengar begitu jelas dan dekat di telinga kita.
Efek pukulan air atau *water hammer* juga memegang peranan penting ketika seseorang menutup keran secara mendadak, menyebabkan gelombang tekanan dahsyat berbalik menabrak katup pipa.
Hantaman gelombang air tersebut memicu getaran berantai sepanjang jalur instalasi yang akhirnya memantulkan bunyi gertakan berulang pada bagian pelat lantai beton yang tebal.
Pengaruh Struktur Beton dan Ilusi Suara
Material beton bertulang yang menjadi fondasi utama gedung tinggi ternyata memiliki sifat menghantarkan getaran suara gelombang rendah jauh lebih efektif dibandingkan dengan udara bebas.

