HARIANMEMOKEPRI.COM — Kenapa Pulau Jawa dan Bali menjadi terpisah sebagaimana kita ketahui saat ini.
Ternyata dahulunya Pulau Jawa dan Bali menyatu dan menjadi satu kesatuan yang penting. Namun seiringnya waktu Pulau Jawa dan Bali terpisah dengan Selat Bali hingga kini.
Berikut ini sejarah dan legenda Pulau Jawa dan Bali yang dulu menjadi satu berdasarkan penelusuran dari channel Youtube.com@berbagitahu8742.
Baca Juga: Ustadz Maulana Peluk Erat Sekda Batam Serta Kagumi Pembangunan Masjid Di Kota Batam
Pulau Jawa dan Bali yang kini dipisahkan dengan Selat Bali yang dulu konon Pulau Jawa dan Bali menjadi satu Kepulauan.
Berdasarkan kisah dari dongengceritarakyat.com bahwa dahulu kala ada sebuah kerajaan bernama kerajaan Daha.
Di kerajaan tersebut hidup seorang Brahmana yang sakti mandraguna bernama Sidi Mantra. Sidi Mantra memiliki seorang anak. Anaknya diberi nama Manik Angkeran.
Baca Juga: Masyarakat Kabupaten Bintan Antusias Hadiri Penutupan STQH Kabupaten Bintan XII dan Tausyiah UAS
Manik Angkeran yang bertubuh kekar juga terkenal sebagai pemuda yang pandai, hanya saja perangainya kurang baik. Suatu hari, Manik Angkeran yang punya banyak hutang meminta agar Sidi Mantra membantunya.
Ia pun diberi petuah agar bertapa di Gunung Agung. Ia pun melakukannya. Di sana ia bertemu dengan naga yang dapat memberikannya harta.
Cukup banyak yang ia bisa dapatkan dari naga tersebut. Namun karena keserakahannya, ia memotong ekor naga tersebut.
Tentu saja naga marah dan mengancam Manik Angkeran akan mati jika tidak mengembalikan ekornya. Sidi Mantra yang tidak ingin anaknya kenapa napa pun bertindak.
Dengan kesaktiannya, ekor naga pun kembali. Namun ia sadar bahwa karena ulah anaknya ia sudah tak dapat membantu anaknya lagi dan tak dapat hidup bersama dia lagi.
Akhirnya, menggunakan tongkat saktinya Sidi Mantra membelah selat menjadi dua yang memisahkan ia dengan Manik Angkeran.
Selat tersebut adalah selat Bali yang sekarang dikenal sebagai selat pemisah antara Pulau Jawa dan Bali.***

