Ruang penjara ini sudah berdiri sejak 300 tahun silam. Dulunya, digunakan sebagai tempat penampungan para tahanan, penjahat dan tokoh-tokoh masyarakat yang memberontak terhadap pemerintahan Belanda.
Di sinilah aksi kejam paling banyak terjadi. Para tahanan di masukkan ke sana hingga sesak sebanyak 500 orang, dibiarkan kelaparan, membusuk mati sampai disiksa dengan sadis.
Baca Juga: Mitos Rumah Tusuk Sate Ternyata Ada Fakta Menarik Juga, Apa Saja ? Berikut Penjelasannya
Museum Fatahillah juga difungsikan sebagai tempat eksekusi. Lonceng kematian yang dulu begitu berperan dalam penentuan waktu kematian, kini masih sering berbunyi sendiri saat malam
Yang harus kalian kamu ketahui, pejuang bangsa Indonesia seperti Pangeran Diponegoro dan Cut Nyak Dien ternyata pernah ditahan di penjara ini. Dan pada tahun 2010 lalu juga telah ditemukan sebuah ruang rahasia
Pada akhir 2014 lalu, Museum Fatahillah ini sempat direnovasi. Walau mungkin jadi lebih indah, tapi ternyata juga tak menghilangkan terjadinya penampakan arwah***

