HARIANMEMOKEPRI.COM – Samsinar (47), warga Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, kini hanya bisa pasrah setelah kehilangan kapal pompong miliknya.
Samsinar, yang akrab disapa Sinar, kehilangan kapal pompong tersebut setelah ditinggalkan selama tiga jam.
Peristiwa itu terjadi setibanya ia dari Desa Tanjung Kelit ke Sungai Tenam, dengan rencana melanjutkan perjalanan untuk berbelanja ke Pancur, Lingga Utara.
Saat itu, kapal pompong miliknya sedang bersandar di sungai kecil yang tidak jauh dari pelabuhan khusus pompong di Sungai Tenam.
Namun, ketika Sinar kembali, ia mendapati kapal tersebut sudah tidak ada. Ia menduga kapal itu dibawa kabur oleh seseorang, karena tidak ditemukan tanda-tanda kapal tenggelam, lepas tali, atau hanyut.
Kapal pompong milik Sinar memiliki ciri-ciri: panjang 24 kaki (7 meter), bermesin 24 Jian Fa 1115, bercat pernis kuning, dan dilengkapi dengan alkon pembuangan air.
Kepada awak media HARIANMEMOKEPRI.COM, Sinar mengungkapkan bahwa pompong tersebut adalah alat bantu utama untuk mencari nafkah sehari-hari.
“Kehilangan pompong ini saya hanya bisa pasrah, Bang. Dengan kondisi ekonomi saya yang susah, mau minta tolong ke saudara juga sama-sama susah. Jadi, saat ini hanya bisa pasrah,” ujar Sinar dengan logat Melayu, Kamis (16/01/2025).
Sinar mengaku sudah melaporkan kehilangan tersebut kepada Bhabinkamtibmas dan menghubungi kerabat di beberapa pulau untuk menyebarkan informasi.
“Secara pribadi saya merasa kesulitan karena pompong sudah tidak ada. Waktu kejadian, saya sudah buat laporan ke Bhabinkamtibmas, tapi nampaknya kurang direspon,” tambahnya.
Sinar berharap ada warga yang menemukan pompong miliknya dan berbaik hati mengembalikannya, meski dalam kondisi seadanya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada siapa pun yang mau membantu saya. Kalau bisa kembali lagi, Alhamdulillah,” katanya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Kelit, Brigadir Yoan, menyatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari warga yang melihat kapal pompong tersebut melintas ke arah Desa Rejai.
“Tadi info terbaru dari Pak RT pulau sebelah. Katanya, ada yang melihat pompong Bang Sinar mengarah ke Pulau Rejai, tapi belum bisa dipastikan,” ujar Yoan.
Ia menambahkan bahwa Samsinar telah dibawa ke Polsek untuk membuat laporan resmi. Selain itu, informasi kehilangan ini telah disebarkan ke petugas di wilayah pulau Lingga untuk membantu pencarian.
“Jika berkas sudah lengkap, kemungkinan kasus ini akan diserahkan ke Polsek Daek, karena Sungai Tenam masuk wilayah hukum Polsek Daek,” pungkas Yoan.

