Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti mengingat kondisi ekonomi keluarganya yang terbatas.
“Alhamdulillah banyak orang baik yang peduli. Kami hanya bisa mendoakan semoga semua yang telah membantu diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah, dan dibalas kebaikannya oleh Allah SWT,” kata Kadri.
Meski telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, Mustakim masih membutuhkan perawatan.
Saat ini ia sudah bisa berjalan, namun sesekali masih mengalami pendarahan ringan pada bekas operasi di bagian lipatan lutut.
Selain itu, selang medis juga masih terpasang sebagai bagian dari proses pemulihan.
Kadri mengatakan, perawatan di rumah dilakukan secara sederhana dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Kadri mengaku masih mendapat perhatian dari bidan desa, terutama saat membutuhkan bantuan mengganti atau membuka perban.
Di sisi lain, perhatian juga datang dari SD Negeri 015 Lingga. Guru SDN 015 Lingga, Uspilina, mengatakan pihak sekolah berupaya memastikan pendidikan Mustakim tetap berjalan meski harus menjalani perawatan.

