“Walaupun yang bertanggung jawab secara langsung adalah vendor, namun pihak perusahaan tetap menunjukkan itikad baik dengan membantu menyerahkan sisa hak pekerja. Ini tentu menjadi langkah positif agar persoalan tidak berlarut-larut,” ungkapnya.

Chris berharap persoalan tersebut menjadi perhatian bersama agar kasus serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

“Kami berharap semua pihak bisa lebih terbuka dan profesional. Investasi itu penting untuk daerah, tetapi hak pekerja juga harus benar-benar dilindungi,” tutupnya.