HARIANMEMOKEPRI.COM — Rumah kayu di Lingga memiliki banyak sebutan dan pada umumnya mungkin belum disadari atau diketahui oleh masyarakat ramai.

Rumah kayu di Lingga tidak boleh sembarangan saat pembuatannya, hal ini dikarenakan  di setiap sisinya harus disesuaikan dengan jenis dan kekuatan pada kayunya.

Berbagai macam sebutan Rumah kayu di Lingga merupakan warisan dari zaman nenek moyang hingga sampai dengan sekarang masih dipakai oleh warga masyarakat melayu.

Baca Juga: Kolonel Navigator Arief Budiman Ingatkan Personel Tertib Berlalulintas

Seperti masyarakat dengan perekonomian menengah keatas rata-rata membangun rumah berbahan semen, batu dan keramik.

Sedangkan masyarakat dengan perekonomian menengah kebawah biasa memilih menggunakan bahan kayu. Seperti yang hampir sering ditemukan di wilayah pelosok di Lingga.

Namun kini juga banyak ditiru oleh warga dengan perekonomian menengah keatas, tentunya dengan hasil dan kesan lebih mewah.

Baca Juga: Pengendara Sepeda Motor di Batam Harus Tau Fungsi Helm, Selain Lindungi Kepala dari Cidera, Ini Fungsi Lainnya

Mengenai keadaan Rumah kayu di Lingga, ada yang dengan posisi langsung diatas tanah berlantai semen atau papan, ada juga berbentuk panggung yang pada umumnya juga berlantai papan.

Selain untuk menghindari rerumputan liar, pembuatan rumah panggung juga dikhawatirkan terhadap hewan berbisa seperti ular, kalajengking atau lipan dan lain sebagainya.

sebab jika rumah kayu berdiri diatas tanah lembab, hewan-hewan ini lebih sering ditemukan dibawah lantai atau di sudut-sudut rumah, namun berbeda lagi dengan tujuan pembuatan rumah panggung bagi masyarakat pesisir pantai yang utamanya menghindari air laut atau gelombang pasang.

Baca Juga: Cek Fakta Kelebihan, Kekurangan, dan budget pembangunan Rumah Type 36 di Kota Batam

Berikut beberapa macam sebutan pada bahan rumah panggung atau ramu-ramu (bahasa salah satu perkampungan di Lingga-Red) serta fungsinya.

1. Tongkat atau kayu tonggak

Diatur berdiri tegak dengan cara ditancapkan ketanah, ini berfungsi sebagai kaki bagi rumah dengan bentuk panggung yang biasanya menggunakan kayu bertekstur keras dan tahan lama, hingga ke beberapa generasi misalnya seperti kayu resak, merah, balau, dedaru, sesap, nibung. yang penggunaan besar kecilnya tergantung dari besar kecil rumah.

2. Rasuk atau kayu rasuk

Sebutan kayu yang difungsikan sebagai bantalan utama variatif yang dipasang diikat secara melintang dari satu ujung tongkat ke tongkat2 disebelahnya dengan pemakaian paling kecil berukuran 3×3².

Baca Juga: 14 Hari Kedepan Operasi Keselamatan Seligi diberlakukan, Catat Tanggalnya

3. Gelegar atau kayu gelegar

Bantalan variatif dengan ukuran paling kecil 2×3², yang dipasang diikat secara tersusun rata dengan jumlah banyak sesuai kebutuhan.

4. Lantai atau kayu lantai

yang tentunya nama ini sudah lazim didengar, bisa menggunakan kayu bulat atau papan yang dipasang diikat secara tersusun rata mengikuti panjang, lebar dan luas dalam rumah.

5. Tiang atau kayu tiang

Difungsikan sebagai penegak utama pada rumah, bisa dengan menggunakan Broti atau balok berukuran sesuai kebutuhan besar kecil rumah, yang biasanya dipasangi sekor kayu sebelum pemasangan dinding, tujuan penggunaannya lebih kepada tingkat kerapian saat pemasangan dinding, namun pada masyarakat kurang mampu terkadang menggunakan kayu bulat sebagai tiang.

Baca Juga: Pengrajin Batu Bata Kota Batam Tak Kenal Lelah, Walau Hujan Mengguyur Produksi Tetap Jalan, Ini Ceritanya

5. Belebas atau kayu belebas

Dipasang diikat secara melintang sebagai penopang susunan dinding dengan posisi berdiri sekaligus sebagai penyangga dari tiang ke tiang, dengan ukuran sesuai kebutuhan atau sebaiknya mengikuti ukuran besar kecil tiang, ini juga biasanya difungsikan untuk penyangga kayu pagar.

6. Tutup tiang atau kayu penutup tiang

Ini bantalan variatif utama bagian atas rumah sebelum atap yang dipasang diikat melintang dari satu ujung tiang ke ujung tiang disebelahnya, dengan ukuran sesuai kebutuhan besar kecil rumah atau mengikuti besar kecil tiang.

7. Alang atau kayu alang

Dipasang diikat diatas kayu penutup tiang kemudian dilintang ke sebelah penutup tiang pada sisi rumah sebagai bantalan variatif kedua bagian atas rumah setelah penutup tiang dan sebelum atap, sehingga jika dililhat ianya akan tampak berbentuk persegi bersama kayu penutup tiang yang sebelumnya sudah dipasang. alang juga biasa dipasang ditengah-tengah ianya juga difungsikan sebagai penyangga dari sisi ke sisi pada rumah pada bagian atas, selain itu kadang juga difungsikan pemilik rumah untuk menggantung buaian bayi. besar kayu alang tergantung pada besar kecil ukuran rumah.

Baca Juga: TPP ASN Kota Tanjungpinang Sudah Tersedia Namun Menunggu Regulasi Kemendagri

8. Kuda-kuda atau kayu kuda-kuda

Dipasang diikat diatas kayu penutup tiang dengan membentuk segitiga yang di tegakkan di beberapa sisi bagian atas rumah sebelum atap kemudian diberi penyangga tegak di posisi tengahnya, ini biasa difungsikan untuk membentuk atap Limas dengan ukuran besar kayunya sesuai kebutuhan besar kecil atap limas yang akan dibentuk.

9. Tunjuk langit atau kayu tunjuk langit

Dipasang diikat tegak berdiri ditengah tengah diatas kayu alang atau bisa juga pada kayu penutup tiang yang sudah dipasang melintang, ini difungsikan sebagai penyengga pada kuda-kuda agar tetap kokoh dan tak mudah tumbang diterpa angin atau benda ringan lainnya dengan ukuran besar kayu sesuai kebutuhan.

10. Gulung-gulung atau kayu gulung-gulung

Dipasang diikat di atas kuda-kuda dengan jumlah sesuai kebutuhan yang dipasang melintang ke kuda-kuda lainnya yang sudah terpasang, ukuran besarnya sedikit kecil dari kayu kuda-kuda.

Baca Juga: Wisata Lingga Pantai Kasar Layak untuk Dikunjungi, Hamparan Pasir Putih dan Sunsetnya Bisa Pukau Wisatawan

11. Kasaw atau kayu kasaw

Disusun rata dengan jumlah banyak diatas kayu gulung-gulung, kayu ini dipasang bagi pemilik rumah yang akan menggunakan atap daun Rumbia atau sejenisnya, namun jika menggunakan atap seng, asbes, atau spandek tidak perlu lagi memasang kasaw. Ukuran besar kayu kasaw jauh lebih kecil dari semua kayu yang dituliskan diatas.

12. Alang atas atau kayu alang atas

Dipasang melintang dan diikat pada semua sudut kuda-kuda yang sudah terpasang, ini difungsikan sebagai penyangga paling atas pada bagian kerangka atap rumah.

13. Ceriaw atau kaki atap

Dipasang diikat melintang di semua ujung kayu kasaw yang sudah terpasang, ini difungsikan untuk meratakan ujung kayu kasaw sekaligus sebagai penentu ukuran panjang pendek ujung atap.

Berikut 13 bahan rumah panggung dari berbagai macam sumber termasuk dari hasil perbincangan bersama salah seorang tukang Rumah kayu di Lingga.