HARIANMEMOKEPRI.COM — Jauh sebelum adanya moda transportasi laut yang ada seperti sekarang dengan segala kecepatnya dan kenyamanannya

Ternyata salah seorang warga masyarakat Kabupaten Lingga, ke luar negeri menggunakan sampan sebagai moda transportasi laut.

Menurut pengakuan salah seorang warga Desa Linau, yaitu Mansur (7O) dulunya bersama empat orang temannya, dengan mengunakan sampan moda transportasi laut ini

Baca Juga: MWC NU Sagulung Kota Batam Peringati Harlah 1 Abad NU dengan Istighosah Akbar

Mereka sampai juga ke negara tetangga yakni Singapura meskipun dengan sarana sederhana tentunya juga dengan perbekalan yang cukup

Meskipun jarak dan waktu yang ditempuh relatif memakan waktu yang lama lebih kurang memakan waktu 1 Minggu .

“Aku ke Singapur dah pernah, pakai sampan, sekitar seminggu lah sampai sane ” ( intinya saya ke Singapura gunakan sampan , waktu kira kira satu Minggu sampai kesana ),”jelas Mansur.

Baca Juga: Pernah Dengar Sambel Seruit Khas Lampung? Ini Resepnya Selamat Mencoba

Meskipun sampan moda transportasi laut yang mereka gunakan kecil tidaklah membuat mereka putus asa, karena rentang jarak dari Desa Linau

Berjejer pulau untuk dijadikan sebagai tempat singgah dan berteduh sembari melepas lelah, karena tenaga yang terkuras setelah mendayung sampan moda transportasi laut 

Namun Mansur menuturkan, hembusan angin yang ada sangat membantu sekali hingga sesakali layar dikembangkan sehingga sampan moda transportasi laut yang mereka naiki melaju tanpa harus gunakan pendayung.

Baca Juga: Perkampungan Ilegal WNI di Malaysia Ditemukan, 67 Orang Ditangkap karena Tak Miliki Dokumen Sah

Dengan situasi ketika itu, yang membuat Tok Co ( sapaan buat Mansur_red ) berkeinginan ke Singapura adalah karena rasa penasarannya setelah mendengar cerita tentang keadaan negeri orang yaitu Singapura dari temannya yang sudah pernah kesana.

Namun demikian selain rasa penasaran mereka juga membawa komoditi yang dapat dijual.

Seperti rotan kemudian hasilnya dibelikan mesin penggerak seperti Yanmar NT 75 maupun berupa roti kaleng Singapura.

Baca Juga: Masih Ingatkah Dengan Nike Ardilla, Sang Legenda Musik Indonesia Tak Terasa Sudah 28 Tahun Tinggalkan Kita

Sehingga pengalaman traveling dengan jiwa petualangnya menjadi sebuah cerita indah disela perbincangan dan kenangan masa lalu yang sulit dilupakan .

Selain Mansur bersama teman temannya masih banyak lagi warga masyarakat yang sudah ke Singapura dengan menggunakan sampan moda transportasi laut ini.

Ketika itu, dengan berbagai keperluan
utamanya untuk perdagangan maupun seperti di alami Mansur tersebut.

Baca Juga: Singo Edan Bersua Macam Kemayoran, I Putu Gede Manfaatkan Kelemahan Persija Jakarta

Sampan moda transportasi laut bagi masyarakat Melayu Pesisir Khususnya di Kabupaten Lingga ketika itu adalah merupakan sarana baik itu sebagai alat penunjang untuk bekerja dilaut

Untuk mengunjungi, perkampungan disekitaran, baik itu mendatangi undangan walimahan, menjenguk kerabat sakit, ziarah, menghadiri acara hiburan Joget Dangkong, dan keperluan keperluan perdagangan.***