HARIANMEMOKEPRI.COM – Ketua DPD Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Provinsi Kepulauan Riau, Ravi Azhar, menginisiasi transformasi penggunaan energi di kalangan nelayan kelong ikan tri.

Ia mengajak para nelayan untuk mulai meninggalkan penggunaan kayu bakar dan beralih ke teknologi kompor alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Inovasi yang diperkenalkan adalah kompor biomass berbahan bakar air. Teknologi ini tengah menjadi sorotan karena dinilai tidak hanya lebih ekonomis, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan bagi operasional nelayan di tengah laut.

Langkah ini diambil Ravi sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian sumber daya alam yang menjadi tumpuan hidup masyarakat pesisir.

Dalam keterangannya pada Senin (27/4/2026), ia menekankan pentingnya mengevaluasi kebiasaan pemakaian kayu hutan sebagai bahan bakar utama, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap ekosistem dalam jangka panjang.

“Kami memahami betul kehidupan di kelong. Semua sudah terbiasa menggunakan kayu. Tapi sekarang saatnya kita mulai berpikir bersama, kalau kayu terus diambil, bagaimana kondisi hutan kita ke depan?” ujar Ravi.

Menurutnya, nelayan memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menjaga keseimbangan alam karena mereka adalah kelompok yang paling bersentuhan langsung dengan lingkungan.

“Nelayan hidup dari laut, tapi hutan juga punya peran besar dalam menjaga ekosistem. Kalau kita jaga hutan, sebenarnya kita juga sedang menjaga laut dan kehidupan kita sendiri,” tambahnya.

Meski menyadari bahwa transisi menuju teknologi baru ini memerlukan waktu dan edukasi yang tidak instan, HMNI Kepri berkomitmen untuk hadir mendampingi para nelayan.

Sosialisasi akan dilakukan secara bertahap agar pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dapat diterima dengan baik tanpa menjadi beban bagi masyarakat.

“Kami tidak ingin ini jadi beban. Kami ingin ini jadi kesadaran bersama. Nanti teknisnya akan kita jelaskan dan kita dampingi, supaya nelayan bisa benar-benar memahami manfaatnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ravi membuka ruang diskusi bagi seluruh nelayan kelong ikan tri untuk mengenal lebih jauh berbagai alternatif teknologi ramah lingkungan yang dapat diterapkan dalam aktivitas harian mereka.

“Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk anak-anak kita nanti. Supaya mereka tetap bisa hidup dari laut yang sama seperti kita hari ini,” tegas Ravi.

Melalui upaya ini, HMNI berharap paradigma nelayan dapat bergeser; bukan sekadar sebagai pencari ikan, melainkan juga sebagai garda terdepan penjaga alam. Langkah kecil yang dimulai hari ini diharapkan mampu menjamin keberlangsungan hidup dan ekosistem di Kepulauan Riau untuk masa depan. (***)