“Posyandu hari ini bukan lagi sekadar pelayanan kesehatan, tetapi sudah menjadi ruang terpadu untuk menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat. Kami di desa tentu mendukung penuh, karena ini menyentuh langsung kehidupan warga,” ujarnya kepada Harianmemokepri.com.
Menurutnya, keberhasilan transformasi Posyandu sangat bergantung pada kolaborasi yang solid antara pemerintah desa dan pemerintah daerah.
“Melalui transformasi 6 SPM ini, kita ingin memastikan bahwa pelayanan tidak terpisah-pisah, tetapi terintegrasi. Harapannya, masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan layanan dasar,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Desa Rantau Panjang juga melaksanakan peninjauan lapangan sebagai implementasi SPM pada bidang pekerjaan umum. Peninjauan difokuskan pada kondisi saluran drainase di sekitar jalan perkampungan Dusun II.
Hasil pengecekan menemukan beberapa titik drainase dalam kondisi rusak dan dinilai perlu segera mendapatkan penanganan.
Rio menjelaskan bahwa pemerintah desa telah menyusun rencana perbaikan dan pembangunan drainase secara bertahap dengan memanfaatkan alokasi Dana Desa (DD).

