Namun, mengingat keterbatasan kemampuan fiskal, pembayaran akan dilakukan secara bertahap agar lebih banyak pihak dapat menerima haknya lebih cepat.
“Kalau menunggu pembayaran sekaligus kepada semua kontraktor, tentu akan lebih lama lagi. Karena itu ketika ada kemampuan anggaran, sebagian akan kita bayarkan terlebih dahulu. Dengan begitu, para kontraktor yang menunggu juga bisa mulai menerima haknya secara bertahap,” pungkasnya.
Pernyataan BKAD tersebut memberikan gambaran mengenai tantangan fiskal yang sedang dihadapi Pemerintah Kabupaten Lingga.
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah masih menunggu sejumlah transfer dana dari pemerintah pusat untuk memenuhi berbagai kewajiban pembayaran yang menjadi perhatian masyarakat.

